Galura Puisi Sunda

Rabu, 13 Agustus 2014


Diposting oleh Galura Rasa Puisi Sunda di 10.56 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Entri Populer

  • Harita,
    Nalika munggaran tepang Salira nitipkeun deudeuh dina paneuteup Mentang panah katrèsna dina rindat soca Teu wasa ngejat Asih anjeun lir bala...
  • "Teu di Waro"
    Ngageugeudegna kadeudeuh ngagugudagna kanyaah.. motahna rasa kacinta ngagalura jero dada.., hate pogot noroweco micangcam nu di pidangdam di...
  • (tanpa judul)
    Al-Imâm asy-Syâfi’i  rahimahullâh  (wafat: 204-H) bersyair: دَعِ الأَيَّامَ تَفْعَل مَا تَشَاءُ ** وَطِبْ نَفْساً إذَا حَكَمَ الْقَضَاءُ...
  • Pendakian Menuju Cinta Ilahi Dengan tumpulnya mata Lemah lunglainya tulang belulang Berlalu pulalah cita cita Jika kau tahu hendak menangisi orang Yang telag berlalu merataplah kepada Nya yang Maha hidup Bukan mereka yang hancur binasa Dan tangisilah dirimu sejadi jadinya Jika enkau mau menangis dan merenungi........ inilah diriku yang hanya bisa bermimpi...tapi semoga itu ada seseorang yang akan mewujudkan mimipiku dan menghapus air mataku, dan bisa menjadi cinta dan tulang rusukku
    Pendakian Menuju Cinta Ilahi Dengan tumpulnya mata Lemah lunglainya tulang belulang Berlalu pulalah cita cita Jika kau tahu hendak menangis...
  • > Perbedaan antara Ilmu dan Ma’rifat Menurut Imam Al-Ghazali Ma’rifat adalah maqam kedekatan (qurb) itu sendiri yakni maqam yang memiliki daya tarik dan yang memberi pengaruh pada kalbu, yang lantas berpengaruh pada seluruh aktivitas jasmani (jawarih). `Ilm (ilmu) tentang sesuatu adalah seperti “melihat api” sebagai contoh, sedangkan ma`rifat adalah “menghangatkan diri dengan api”.
  • Pendakian Menuju Cinta Ilahi Dengan tumpulnya mata Lemah lunglainya tulang belulang Berlalu pulalah cita cita Jika kau tahu hendak menangisi orang Yang telag berlalu merataplah kepada Nya yang Maha hidup Bukan mereka yang hancur binasa Dan tangisilah dirimu sejadi jadinya Jika enkau mau menangis dan merenungi........ inilah diriku yang hanya bisa bermimpi...tapi semoga itu ada seseorang yang akan mewujudkan mimipiku dan menghapus air mataku, dan bisa menjadi cinta dan tulang rusukku
    Pendakian Menuju Cinta Ilahi Dengan tumpulnya mata Lemah lunglainya tulang belulang Berlalu pulalah cita cita Jika kau tahu hendak menangis...
  • MACAM-MACAM NAFSU DALAM DIRI MANUSIA | MASTER INTERNET
    MACAM-MACAM NAFSU DALAM DIRI MANUSIA | MASTER INTERNET
  • (tanpa judul)

Mengenai Saya

Foto saya
Galura Rasa Puisi Sunda
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2014 (8)
    • ▼  Agustus (1)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (2)
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.