Senin, 07 April 2014

Pendakian Menuju Cinta Ilahi Dengan tumpulnya mata Lemah lunglainya tulang belulang Berlalu pulalah cita cita Jika kau tahu hendak menangisi orang Yang telag berlalu merataplah kepada Nya yang Maha hidup Bukan mereka yang hancur binasa Dan tangisilah dirimu sejadi jadinya Jika enkau mau menangis dan merenungi........ inilah diriku yang hanya bisa bermimpi...tapi semoga itu ada seseorang yang akan mewujudkan mimipiku dan menghapus air mataku, dan bisa menjadi cinta dan tulang rusukku

Pendakian Menuju Cinta Ilahi Dengan tumpulnya mata Lemah lunglainya tulang belulang Berlalu pulalah cita cita Jika kau tahu hendak menangisi orang Yang telag berlalu merataplah kepada Nya yang Maha hidup Bukan mereka yang hancur binasa Dan tangisilah dirimu sejadi jadinya Jika enkau mau menangis dan merenungi........ inilah diriku yang hanya bisa bermimpi...tapi semoga itu ada seseorang yang akan mewujudkan mimipiku dan menghapus air mataku, dan bisa menjadi cinta dan tulang rusukku

Pendakian Menuju Cinta Ilahi Dengan tumpulnya mata Lemah lunglainya tulang belulang Berlalu pulalah cita cita Jika kau tahu hendak menangisi orang Yang telag berlalu merataplah kepada Nya yang Maha hidup Bukan mereka yang hancur binasa Dan tangisilah dirimu sejadi jadinya Jika enkau mau menangis dan merenungi........ inilah diriku yang hanya bisa bermimpi...tapi semoga itu ada seseorang yang akan mewujudkan mimipiku dan menghapus air mataku, dan bisa menjadi cinta dan tulang rusukku

Pendakian Menuju Cinta Ilahi Dengan tumpulnya mata Lemah lunglainya tulang belulang Berlalu pulalah cita cita Jika kau tahu hendak menangisi orang Yang telag berlalu merataplah kepada Nya yang Maha hidup Bukan mereka yang hancur binasa Dan tangisilah dirimu sejadi jadinya Jika enkau mau menangis dan merenungi........ inilah diriku yang hanya bisa bermimpi...tapi semoga itu ada seseorang yang akan mewujudkan mimipiku dan menghapus air mataku, dan bisa menjadi cinta dan tulang rusukku

Sabtu, 05 April 2014

Al-Imâm asy-Syâfi’i rahimahullâh (wafat: 204-H) bersyair:

دَعِ الأَيَّامَ تَفْعَل مَا تَشَاءُ ** وَطِبْ نَفْساً إذَا حَكَمَ الْقَضَاءُ

“Biarkanlah hari demi hari berbuat sesukanya ** Tegarkan dan lapangkan jiwa tatkala takdir menjatuhkan ketentuan (setelah diawali dengan tekad dan usaha).”

وَلا تَجْزَعْ لِنَازِلَةِ اللَّيَالِـي **  فَمَا لِـحَوَادِثِ الدُّنْيَا بَقَاءُ

“Janganlah engkau terhenyak dengan musibah malam yang terjadi ** Karena musibah di dunia ini tak satu pun yang bertahan abadi (musibah tersebut pasti akan berakhir).”

Sabtu, 22 Maret 2014

"Teu di Waro"

Ngageugeudegna kadeudeuh
ngagugudagna kanyaah..
motahna rasa kacinta
ngagalura jero dada..,

hate pogot noroweco
micangcam nu di pidangdam
di dodoho rasa sono
manehna da teu ngawaro,,

elekesekeng teu genah cicing
nganti-nganti nu dipieling
manehna angger teu sumping..
tinggal kuring langlang-lingling
nalangsa ambon sorangan..